Menguak hubungan antara ISO 22000 dengan ISO 9001 D.R. Tirtasujana, February 8, 2008April 16, 2026 Sekilas melirik HACCP Sudah sewajarnya setiap orang ingin menghindari timbulnya penyakit akibat makanan yang dikonsumsinya. Sebagai konsekuensi, produsen makanan pun dituntut untuk selalu menghasilkan makanan yang aman bagi konsumen. Untuk itu diperlukan suatu cara yang dapat membantu perusahaan makanan untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin timbul dari produknya sekaligus mengendalikan bahaya tersebut. Sistem yang dikenal secara luas untuk menjamin keamanan pangan adalah HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point). Sistem HACCP menggunakan pendekatan yang sistematis dan logis untuk mengidentifikasi bahaya dan mengendalikannya. Sistem keamanan pangan ini sudah terbukti secara efektif diterapkan di berbagai industri makanan di seluruh dunia. Dalam penerapannya, HACCP sering diintegrasikan dengan sistem lain dalam perusahaan, misalnya dengan sistem mutu seperti ISO 9001:2000 (Sistem Manajemen Mutu), untuk lebih memuaskan kebutuhan pelanggan dan konsumen dalam hal mutu dan keamanan pangan. Tampilnya ISO 22000 Karena bahaya keamanan pangan dapat timbul di titik manapun dalam rantai makanan (dari mulai produksi primer hingga konsumen), maka dibutuhkan pengendalian yang memadai di setiap titik tersebut. Untuk membantu memastikan keamanan pangan di seluruh rantai makanan, maka pada bulan September tahun 2005 Organisasi Internasional untuk Standarisasi menerbitkan Standar ISO 22000:2005. Tujuan diterbitkannya standar internasional ini adalah untuk harmonisasi persyaratan sistem keamanan pangan secara global, sehingga aplikasinya dapat dilakukan di organisasi apapun yang terlibat dalam rantai makanan, terlepas dari ukurannya. Selain itu, standar ini juga mensyaratkan suatu organisasi untuk memenuhi persyaratan dari konsumen serta peraturan dan perundang-undangan. Apakah ISO 22000 menggandeng konsep mutu? Sejak sebelum diterbitkan, ada pandangan yang menganggap bahwa ISO 22000 adalah gabungan antara HACCP (Sistem Keamanan Pangan) dengan ISO (yang dimaksud dengan ISO di sini adalah ISO 9001 – Sistem Manajemen Mutu), sehingga isi persyaratannya mencakup mutu dan keamanan pangan. Apakah benar demikian? Pada kenyataanya secara konsep ISO 22000 berisi persyaratan bagi Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang dibangun berdasarkan empat elemen kunci, yaitu : – Komunikasi Interaktif – Sistem Manajemen – Prerequisite Program – Prinsip HACCP Dengan kata lain, ISO 22000 merupakan standar yang mengintegrasikan HACCP dan prerequisite program yang dikemas dalam suatu sistem manajemen yang didukung oleh komunikasi eksternal dan internal. Persyaratan yang ada di dalamnya berfokus pada keamanan pangan dan tidak menyinggung masalah mutu. Jadi, terdapat perbedaan yang nyata di antara ISO 9001 yang berbicara mengenai Sistem Manajemen Mutu dengan ISO 22000 yang berbicara mengenai Sistem Manajemen Keamanan Pangan dan ISO 9001 bukan merupakan bagian dari ISO 22000. Meskipun demikian, klausul-klausul ISO 22000 dibuat setara dengan ISO 9001 sehingga meningkatkan kompatibilitas dari kedua standar tersebut. Untuk membantu memahami kesetaraannya, standar ini dilengkapi dengan referensi silang (cross reference) yang membandingkan antara ISO 22000 dan ISO 9001. Beberapa contoh elemen/istilah yang setara atau sama dalam referensi silang tersebut adalah sebagai berikut : Istilah dalam ISO 9001:2000 Istilah dalam ISO 22000:2005 Quality Management System Food Safety Management System Quality Policy Food Safety Policy Management Representative Food Safety Team Leader Management Responsibility Management Responsibility Management Review Management Review Resource Management Resource Management Product Realization Planning Realization of Safe Product Identification and Traceability Traceability System Control of Monitoring and Measuring Devices Control of Monitoring and Measuring Internal Audit Internal Audit Control of Nonconforming Product Control of Nonconformity – Handling of Potentially Unsafe Product Continual Improvement Continual Improvement Corrective Action Corrective Action Seperti halnya ISO 9001, standar ISO 22000 juga mengandung konsep perbaikan yang berkesinambungan (continual improvement). Namun terdapat perbedaan dalam model konsepnya seperti terlihat dalam gambar berikut ini. Gambar 1. Model Continual Improvement pada ISO 9001:2000 Gambar 2. Model Continual Improvement pada ISO 22000:2005 Mengawinkan ISO 22000 dan ISO 9001 Adanya kesetaraan tersebut menyebabkan kedua standar ini (sistem manajemen mutu dan sistem manajemen keamanan pangan) dapat diterapkan di semua organisasi yang terlibat dalam rantai makanan sebagai suatu sistem yang terintegrasi. Sebagai contoh terintegrasinya kedua sistem ini adalah dibuatnya satu kebijakan perusahaan yang mencakup masalah mutu sekaligus keamanan pangan. Kebijakan tersebut kemudian didukung oleh sasaran mutu dan keamanan pangan. Untuk memastikan implementasinya, dapat dilakukan audit internal yang mencakup audit mutu dan keamanan pangan, yang hasilnya menjadi salah satu input bagi tinjauan manajemen (management review) di mana efektivitas kedua sistem ini ditinjau. Penerapan kedua standar ini dalam satu sistem yang terintegrasi akan lebih menjamin kepuasan pelanggan dan konsumen dari segi kualitas dan keamanan pangan sehingga dapat menjadi salah satu kekuatan bagi industri yang menerapkannya untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin ketat. -D.R. Tirtasujana- Food Safety-Quality food safetyFSQHACCPISO 22000ISO 9001keamanan panganmanagement systemmutuqualitysistem manajementirtasujana