Resep Sederhana Keberhasilan Sistem Mutu dan Keamanan Pangan D.R. Tirtasujana, August 1, 2008April 16, 2026 Amankah Makanan yang Anda Makan? Anda pernah mengalami diare berat karena “salah makan”? Bagi yang pernah, pasti ingat betapa menjengkelkan dan tersiksanya ketika Anda harus bolak-balik ke toilet setiap 2 jam. Bahkan tengah malam. Belum lagi ditambah rasa mulas yang berkepanjangan. Bahkan kemungkinan Anda terpaksa menginap di rumah sakit. Seandainya Anda dan keluarga Anda yang mengalami kejadian ini, dan makanan yang menyebabkannya diproduksi oleh sebuah perusahaan makanan, apa yang akan Anda lakukan? Akankan Anda memberi tahu atau “menuntut” mereka? Atau Anda akan memberi tahu semua orang untuk tidak mengkonsumsi produk perusahaan itu? Bayangkan jika Anda adalah perusahaan tersebut. Kasus keracunan makanan seperti itu bisa merusak citra perusahaan Anda dan mengakibatkan kerugian finansial yang besar. Itulah sebabnya sebagai produsen makanan, Anda harus memiliki cara untuk menjamin mutu dan keamanan pangan bagi konsumen Anda. Rahasia Keberhasilan Sebuah Sistem Anda pasti tahu, telah banyak perusahaan yang menyatakan bahwa mereka menerapkan sistem mutu maupun keamanan pangan. Tetapi tentunya Anda juga menyadari, tidak jarang perusahaan yang hanya memiliki sertifikasi tanpa mempedulikan penerapan yang efektif. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Pernahkah Anda mempelajari secara mendalam bagaimana cara sebuah perusahaan yang maju dalam menerapkan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan yang efektif? Anda tahu rahasianya? Jawabannya tidaklah rumit. Secara ringkas, resep paling sederhana dalam sebuah sistem yang sukses melibatkan komitmen serta metode dalam pengembangan, penerapan, pemeliharaan, dan peningkatannya. Komitmen adalah hal yang utama yang harus dimiliki oleh perusahaan Anda dalam menerapkan sebuah sistem. Paling tidak ada 3 level komitmen dalam internal perusahaan yang harus Anda tegakkan : 1. Komitmen dari manajemen puncak 2. Komitmen dari para manajer serta tim mutu dan keamanan pangan 3. Komitmen di level operasional Mengenai metode, perjalanan sistem mutu dan keamanan pangan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut : ~*~*~ Identifikasi Kebutuhan Anda | Mengembangkan Sistem di Perusahaan Anda | Melakukan Assessment untuk Memastikan Keefektifan dari Sistem Anda | Memelihara Sistem yang Telah Anda Bangun | Melakukan Peningkatan Berkesinambungan ~*~*~ Semudah Itukah Menjalankannya? Untuk menjamin keberhasilan Anda dalam memiliki sistem diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan dan standar yang akan diterapkan, pengetahuan mengenai “best practice” (perbandingan dengan perusahaan yang lebih maju), kemampuan menggerakkan semua komponen perusahaan untuk mendukung sistem tersebut, kemampuan untuk melakukan verifikasi (misalnya: audit internal) terhadap sistem yang dijalankan, serta budaya untuk melakukan “improvement”. Tentunya, sebagai profesional yang bergerak di bidang mutu dan keamanan pangan, Anda akan mampu melakukannya. Jika mengalami kesulitan, Anda bisa berdiskusi dengan rekan Anda di perusahaan lain yang telah mencapainya ataupun meminta pendapat ahli yang bergerak di bidang mutu dan keamanan pangan yang telah memiliki pengalaman membantu berbagai perusahaan. Kasus diare di atas hanyalah sebuah contoh dari penerapan sistem mutu dan keamanan pangan yang tidak efektif. Masih banyak contoh lainnya. Intinya, Anda tidak ingin ini terjadi di perusahaan Anda. Jika Anda telah memiliki sistem, cobalah untuk mengkaji seberapa efektif sistem tersebut. Jika sistem dalam perusahaan Anda “belum ada” atau belum efektif”, kapan Anda akan mulai membangunnya untuk kepentingan konsumen dan kelangsungan bisnis Anda di masa depan? Mengapa tidak sekarang juga? – D.R. Tirtasujana- Food Safety-Quality DRfood safetyFSQkeamanan panganmanagement systemmutuqualityresep sederhanasistem manajementirtasujana