Mengupas ISO 22000:2018 #001: Buat Apa Sistem Manajemen Keamanan Pangan? D.R. Tirtasujana, December 23, 2020April 16, 2026 Oleh D.R. Tirtasujana Anda yang bergerak di Industri pangan (atau industri yang terkait dengan pangan atau food-related industries) kemungkinan besar sudah tidak asing, atau paling tidak, pernah mendengar yang namanya standar ISO 22000:2018. Nama lainnya adalah FSMS (Food Safety Management System) atau Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Bagi yang belum pernah dengar, mungkin akan bertanya “Apa itu ISO 22000:2018?” Gampangnya, ini adalah cara untuk menjamin makanan yang diproduksi adalah makanan yang aman (tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan konsumen). Ini yang sudah diterapkan di banyak industri pangan di dunia, termasuk juga di Indonesia. Ada berbagai alasan mengapa sebuah perusahaan mau repot-repot menerapkan standar ini. Pastinya, perusahaan ingin mendapatkan keuntungan. Nah, keuntungan atau manfaat apa yang didapat? Tiap perusahaan memiliki pemikiran masing-masing tentang hal ini. Seperti halnya, mungkin, di perusahaan tempat Anda berkarya. Namun, tahukah Anda tentang kemungkinan manfaat yang telah dipikirkan oleh pembuat standar ini sendiri? Standar ini dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (atau yang dikenal dengan ISO). Jika Anda baca standar tersebut di bagian “Introduction”, maka Anda akan dapatkan kalimat seperti ini: The adoption of a food safety management system (FSMS) is a strategic decision for an organization that can help to improve its overall performance in food safety. The potential benefits to an organization of implementing a FSMS based on this document are: the ability to consistently provide safe foods and products and services that meet customer and applicable statutory and regulatory requirements;addressing risks associated with its objectives;the ability to demonstrate conformity to specified FSMS requirements. Atau, jika diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia akan menjadi seperti di bawah ini. Penerapan sistem manajemen keamanan pangan (SMKP) merupakan keputusan strategis bagi organisasi yang dapat membantu meningkatkan kinerja terkait keamanan pangan secara keseluruhan. Manfaat potensial bagi organisasi yang menerapkan SMKP berdasarkan dokumen ini adalah: kemampuan untuk secara konsisten menyediakan makanan dan produk serta layanan yang aman yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;menangani risiko yang terkait dengan tujuannya;kemampuan untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan SMKP yang ditentukan. Apakah ada manfaat lain yang mungkin didapatkan perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Tentu ada. Saya ambil contoh, misalnya sebuah perusahaan yang memproduksi bahan makanan mendapatkan calon pelanggan. Calon pelanggan tersebut adalah perusahaan multinasional yang ingin menggunakan bahan makanan itu sebagai salah satu bahan baku untuk membuat produknya. Namun, perusahaan multinasional ini tidak mau membeli bahan tersebut, jika si produsen belum menerapkan ISO 22000:2018. Nah, pada kasus ini, karena ingin mendapatkan order dari calon pelanggan tadi, maka produsen bahan baku tersebut akhirnya mau menerapkan ISO 22000:2018. Apa manfaat utama yang dirasakan dari sistem ini? Jelas, secara bisnis, penerapan Food Safety Management System ini sudah membantu meningkatkan omset perusahaan. Contoh kasus seperti ini sangat mungkin terjadi pada industri pangan. Sekarang, coba Anda perhatikan kembali ke dalam perusahaan Anda. Jika sudah menerapkan ISO 22000, apakah manfaat-manfaat seperti yang terdapat di standar tersebut sudah dirasakan oleh perusahaan Anda? Atau perusahaan Anda memiliki tujuan untuk mendapatkan manfaat selain dari yang dipikirkan oleh pembuat standar ini? Silakan share. -D.R. Tirtasujana- premysis.tirtasujana.com ISO 22000 Standard