Skip to content
Tirtasujana
Tirtasujana
  • Writing
  • Training
  • Langsing
Tirtasujana

Perhatikan Berasnya!

D.R. Tirtasujana, February 17, 2018April 16, 2026

“Udah makan belom? Makan yuuk..”

“Belom sempet nih, barusan cuma mie instan doang sama roti dua.. Ayo deh, kita makan dulu.”

Pernah dengar obrolan semacam ini?  Mungkin Anda sendiri tidak, tapi masih ada (atau jangan-jangan banyak) orang Indonesia yang kalau belum ketemu nasi, berarti hari itu belum merasa makan.

“Memangnya kenapa kalau makan nasi?  Salah apa nasi?”

Ya gapapa.. Nasi memang tidak bersalah kok ?

Saya hanya mau share beberapa hal yang boleh dipertimbangkan oleh Anda yang ingin menjaga tubuh sehat.

Yang pertama tentang KALORI. Kebutuhan kalori harian Anda kan dipenuhi oleh apa yang Anda konsumsi.  Jika kalori yang masuk lebih besar dari yang dibakar oleh tubuh, maka…? Betul, Anda sudah tahu jawabannya.  Berat badan akan cenderung naik.  Jika sudah mengkonsumsi makanan lain (walau tanpa nasi) tentunya sudah ada kalori yang masuk.  Jadi, kalau mau ditambah makan nasi lagi (pastinya nasi akan enak dimakan kalau dengan lauk), kalori yang Anda masukkan ke tubuh nantinya akan lebih banyak lagi.  Pertimbangkan untuk menjaga kelebihan kalori

Yang kedua KOMPOSISI GIZI. Nasi adalah sumber karbohidrat.  Tetapi sumber karbohidrat bukan cuma nasi.  Konsumsi karbohidrat idealnya seimbang dengan konsumsi protein dan lemak.  Secara jumlah, kebutuhan manusia akan zat gizi makro, kira-kira seperti ini, karbohidrat:protein:lemak = 40:30:30.  Jadi, kalau sudah makan mie dan roti, bisa jadi kebutuhan jumlah karbohidrat Anda hari ini sudah atau hampir terpenuhi.

Yang ketiga, yang lumayan menarik, GLIKEMIK INDEX (GI).  Sekedar informasi, Jenis nasi dari beras yang berbeda bisa mempunya GI yang berbeda.  Apa itu GI?  Buat yang lupa, gampangnya begini.  Makanan dengan GI tinggi lebih cepat meningkatkan gula darah Anda, yang GI rendah ya sebaliknya.  Mengkonsumsi makanan dengan GI lebih rendah, bisa menurunkan resiko diabetes.  Nah, nasi dari beras putih GI nya lebih tinggi dibanding nasi dari beras merah.  Anda suka yang mana?  Yang enak atau yang membantu menjaga kesehatan?

Saya sendiri tidak menganggap nasi sebagai menu wajib.  Namun, sebagai orang Indonesia, saya juga tidak anti nasi putih.  Hanya saja, jumlah yang saya konsumsi jauh lebih sedikit dibanding sebelum insaf (dan turun 25 kg) jaman dahulu kala.  Jadi nasi putih hanyalah salah satu pilihan untuk konsumsi karbohidrat saya sehari-hari, disamping sumber karbohidrat lain seperti nasi merah, dll.

Anyway, saya hanya sekedar ingin sharing.  Tentunya pilihan tetap di tangan Anda.

“Jadi… Udah makan belom? Makan yuuk..” ?

Nutrition

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Cari tulisan di sini…

…atau di sini

Di sini juga bisa…

Ini boleh dibaca nanti..

  • Bagaimana Cara Membaca Label Makanan yang Tepat
  • Ini Cerita Pendek
  • Terbukti! Kombinasi Tepat Protein, Lemak, dan Karbo Ini Bisa Bikin Tubuh Ideal Tanpa Diet Ketat
  • Inilah Mengapa ESG Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan!
  • Mini Album: Midnight Sun

Days are Flowing

February 2018
M T W T F S S
« Jan   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Categories

February 2018
M T W T F S S
« Jan   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Tags

acceptable level allergen audit bahaya belajar diet nutrisi benda asing CCP correction corrective action diet diet nutrisi dokumentasi DR food safety FSQ FSQ basic HACCP ISO 9001 ISO 22000 kalori karbohidrat keamanan informasi keamanan pangan kepuasan pelanggan klausul komitmen kontaminasi maintenance management system mutu nutrisi pasal pest control premysis premysis consulting protein quality quote sistem manajemen tinjauan manajemen tips tirtasujana training center validasi verifikasi
©2026 Tirtasujana | WordPress Theme by SuperbThemes