DR Tips for FSQ: Apa Semua Lampu Memang Harus Diberi Cover? D.R. Tirtasujana, September 14, 2009April 16, 2026 Ada klien bertanya pada konsultan, “Buat apa lampu dicover semua?” “Apakah kasus lampu pecah begitu sering terjadi? Lagipula kan biayanya mahal!” Kalimat tanya semacam ini sering terdengar, biasanya dari pihak manajemen yang harus memikirkan budget ekstra untuk membeli penutup/cover lampu di fasilitas pengolahan pangannya. Ya, salah satu persyaratan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah infrastruktur yang tidak menimbulkan kontaminasi. Menutupi lampu dengan bahan transparan yang tidah mudah pecah adalah salah satu contoh penerapannya. Jika dikembalikan pada pertanyaan si klien, Anda tentu bisa menjawab bahwa meskipun lampu pecah belum tentu sering terjadi, tetapi kita tidak pernah tahu kapan itu akan terjadi. Gunanya penutup adalah untuk melindungi produk, terutama produk terbuka, yang ada di bawah lampu. Tetapi apakah jawaban Anda bisa diterima begitu saja oleh si klien? Dari segi biaya, investasinya tidak sedikit, apalagi untuk fasilitas pengolahan yang besar. Adakah cara untuk meminimalisasi biaya dalam memenuhi persyaratan ini? Beberapa hal berikut bisa dipertimbangkan : Buat rencana investasi jangka panjang, termasuk untuk pemasangan cover lampu secara bertahap Prioritaskan cover pada area-area di mana terdapat produk terbuka Untuk lampu yang belum diberi cover buatlah pemetaan (identifikasi lokasi lampu-lampu tersebut) serta lakukanlah monitoring secara rutin untuk memastikan bahwa lampu tersebut dalam keadaan utuh Terapkan “Glass Breakage Procedure” yaitu prosedur yang mengatur apa yang harus dilakukan jika terjadi insiden pecahan kaca meliputi karantina area dan produk, penghentian proses produksi, pembersihan area, serta hal lain yang dianggap penting untuk memastikan terhindarnya produk dari pecahan kaca DR Tips for FSQ coverDRfood safetyFSQinfrastructureinfrastrukturkeamanan panganlamplampumanagement systemmutuqualitysistem manajementipstirtasujana