Tempat Kerja Anda Bikin Gemuk? D.R. Tirtasujana, May 16, 2016April 16, 2026 Senin telah tiba. Dan Anda sudah semangat untuk diet lagi. Ceklis di tangan. Merasa bisa mengendalikan diri. Makanan yang “menggoda” sudah disingkirkan? …Centang! Semangkuk buah segar tersedia? …Centang! Sayuran yang sudah dipotong ada di kulkas? …Centang! ………………………………………? …Centang! Tahu-tahu, saat Anda melangkah ke tempat kerja menenteng “kotak makan siang sehat homemade”, eh… ada donat tuh di atas meja… Ada rekan kerja yang ulang tahun. Lalu, di meja kerja sebelah, ada sekotak coklat. Biasanya yang punya senang bagi-bagi makanan pula. Mantab! Ini bisa terjadi di mana-mana. Di tempat kerja Anda, saya, dan siapapun. Saya sendiri bekerja di tempat yang karyawannya pada suka makan. Hampir di setiap meja ada snack-nya. Keripik, kerupuk, permen, coklat, roti, bolu, kue kering, gorengan, dan macam-macam lainnya. Sulit sekali dihindari. Tidak heran, umumnya karyawan di situ “membesar” setelah bekerja beberapa bulan (apalagi tahun). Dalam sebuah studi, terbukti betapa kuatnya bujukan “makanan yang terlihat”. Kotak snack tertutup berisi permen coklat (setengah kotak tutupnya bening, setengah kotoak tutupnya berwarna – isinya tidak terlihat) diletakkan di meja setiap sekertaris di sebuah gedung perkantoran. Tiap malam, jumlah permen yang dimakan dihitung, lalu diisi ulang. Ternyata, si tutup bening punya pengaruh: Para sekertaris mengambil 71% lebih sering dari tutup yang bening… dan mengkonsumsi kalori 77 kkal lebih banyak per hari. Jika dilakukan setiap hari selama setahun, coba hitung kira-kira berapa kg kenaikan berat badannya. Menjauhkan makanan dari jangkauan juga mempengaruhi seberapa banyak kita makan. Dalam studi lain (dengan orang yang berbeda), tiap sekertaris diberi kotak snack bertutup bening yang penuh coklat, tapi lokasi kotaknya dipindah-pindahkan setiap minggu. Pertama di atas meja. Minggu depannya dipindahkan ke dalam laci. Berikutnya dipindahkan jauh di atas lemari file. Coklat yang di atas meja gampang diambil, jadi rata-rata para sekertaris mengambil sembilan kali sehari. Tetapi, ketika harus usaha dulu… jalan ke arah lemari file… sehari cuma empat kali. Snack di tempat kerja hanya sebagian dari problem. Tempat kerja Anda bisa jadi ladang yang berisi ranjau godaan. Jadi Anda perlu strategi menyerang, yaitu menjauhkan makanan dari pandangan (dan pikiran)… dan pastikan alternatif snack yang sehat juga tersedia. Buah segar, keju rendah lemak, roti/cracker “whole grain”, atau yoghurt bisa jadi alternatif. Satu tips lagi yang mungkin membantu. Kalau nanti Anda ketemu makanan yang seharusnya tidak Anda makan (dan mungkin sebenarnya juga tidak Anda inginkan), tanyakan kepada diri sendiri “Jika makanan ini (donat, coklat, keripik, dll) saat ini tidak ada di sini, apakah saya tetap akan mencarinya sekarang juga?” *Disarikan dari artikel “Is your workplace making you fat?” oleh Susan Bowerman, MS, RD, CSSD (April 2011) https://discovergoodnutrition.com/2011/04/is-your-workplace-making-you-fat/ Nutrition