DR Tips for FSQ: Di mana seharusnya “Acceptable Level” Anda letakkan? D.R. Tirtasujana, August 27, 2009April 16, 2026 Bayangkan Anda dan tim HACCP di perusahaan Anda sedang melakukan Hazard Analysis. Anda telah selesai mengidentifikasi suatu potensi bahaya beserta sumbernya untuk sebuah tahapan proses. Tentunya tugas selanjutnya adalah menentukan “Acceptable Level” untuk bahaya tersebut. Pertanyaannya, “Acceptable Level”, atau bisa di-Indonesia-kan menjadi tingkat yang dapat diterima, menunjukkan penerimaan bahaya pada saat apa? Apakah pada saat bahaya itu timbul pada material sehingga Anda harus menentukan batas cemaran pada material dari supplier? Ataukah pada saat proses? Atau pada produk akhir? Jawabannya tentu saja pada produk akhir. Anda harus selalu mengacu pada tigkatan bahaya yang dapat diterima pada produk akhir Anda. Misal, pada pabrik biskuit Anda mengidentifikasi adanya kontaminasi logam pada material gula. Acceptable Levelnya” adalah : seberapa besar kontaminasi logam yang dapat diterima pada biskuit, bukan seberapa kontaminasi logam yang dapat diterima pada gula. Untuk menentukan “Acceptable Level”, beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan : Peraturan yang berlaku seperti standar nasional maupun internasional Persyaratan pelanggan Rencana penggunaan Data lain yang relevan DR Tips for FSQ acceptable levelDRfood safetyFSQHACCPkeamanan panganmanagement systemmutuqualitysistem manajementipstirtasujana