ISO 22000 #04: Elemen Kunci ISO 22000 D.R. Tirtasujana, October 20, 2011April 16, 2026 ISO 22000:2005 atau Food Safety Management System (Sistem Manajemen Keamanan Pangan) disusun dari elemen-elemen yang telah dikenal sebelumnya. Ada 4 elemen kunci ISO 22000, yaitu: Komunikasi Interaktif Pengelolaan Sistem Prerequisite Program Prinsip HACCP Karena standar ini berfokus hanya pada aspek keamanan pangan, maka di dalamnya tidak dibahas mengenai hal yang terkait mutu maupun aspek lainnya. Sebagai ilustrasi untuk mempermudah pemahaman Anda, keempat elemen dari ISO 22000 dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 1. Model ISO 22000:2005 yang menggambarkan 4 elemen kuncinya berdasarkan kajian Tim Konsultan FSQ-Premysis Consulting Gambar tersebut menunjukkan bahwa HACCP yang efektif berada di atas susunan aktifitas PRP / Prerequisite Program yang kokoh (seperti infrastruktur, sanitasi, pest control, maintenance, dll). HACCP akan runtuh jika bangunan PRP di bawahnya tidak utuh. Tentunya, HACCP yang bisa dikatakan menjadi jantung dalam standar ini, adalah HACCP yang mengandung 7 prinsip yang sama dengan HACCP yang dikembangkan oleh Codex Alimentarius Commission. Bahaya yang diidentifikasi dikendalikan dengan mengkobinasikan tindakan pengendalian berupa PRP, OPRP, dan HACCP Plan. Pada ilustrasi tersebut juga digambarkan bahwa HACCP dan PRP terdapat di dalam bangunan Pengelolaan Sistem (System Management). Artinya, keamanan pangan ini disempurnakan juga dengan hal-hal terkait dengan manajemen seperti adanya komitmen manajemen, kebijakan keamanan pangan, sampai dengan dilakukananya tinjauan manajemen, dan lain-lain. Elemen berikutnya yang juga tak kalah penting adalah komunikasi, baik komunikasi ekstenal maupun internal. Mengapa komunikasi menjadi salah satu elemen kunci? Seperti Anda ketahui, dalam sebuah rantai, jika terdapat satu mata rantai yang lemah, maka rantai tersebut lebih mudah diputuskan. Begitu juga dengan rantai suplai pangan Anda. Jika salah satu komponennya gagal mengendalikan bahaya keamanan pangan, maka bahaya tersebut bisa sampai ke konsumen akhir Anda. Karena itu, komunikasi sepanjang rantai suplai pangan makanan sangatlah penting. Komunikasi tersebut bisa berupa komunikasi dengan pelanggan, supplier, dan lain-lain yang terkait dengan keamanan pangan. Gambar 2. Model komunikasi interaktif sepanjang rantai suplai pangan berdasarkan standar ISO 22000:2005 ISO 22000 Standard DRfood safetyFSQFSQ basicHACCPISO 22000keamanan panganmanagement systemsistem manajementirtasujana