Bagaimana Mengikis Lemak Dengan Sarapan D.R. Tirtasujana, September 8, 2016April 16, 2026 Kemungkinan besar Anda pernah sarapan. Sebagian dari Anda masih melakukannya secara rutin sampai pagi ini, meskipun sebagian lagi sering tidak sempat sarapan atau bahkan sengaja menghindari sarapan untuk mencegah kegemukan. Anda termasuk yang mana? Tapi bukan itu pertanyaan yang terpenting. Pertanyaannya adalah, tahukah Anda bahwa menghindari sarapan bukan cara terbaik untuk mencegah kenaikan berat badan? Sebaliknya, sarapan yang rutin justru bisa menurunkan berat badan dan kadar lemak di dalam tubuh Anda. Tunggu dulu. Bisa jadi Anda kemudian bertanya-tanya, kalau dengan sarapan bisa menurunkan berat badan, apakah semua jenis sarapan bisa memberikan efek yang sama? Ketika Anda bertanya seperti itu, berarti Anda sudah berpikir ke arah yang tepat, karena meskipun sarapan banyak dianggap sebagai “makanan paling penting dalan satu hari”, benefit yang Anda dapatkan dari sarapan tetap tergantung dari apa yang Anda konsumsi saat sarapan. Anda mungkin belum pernah dengar ini. Sebuah studi dilakukan terhadap 28 siswa kegemukan yang jarang sarapan (setidaknya 5 hari dalam seminggu tidak sarapan). Tujuan utama studi ini adalah untuk membandingkan efek dari dua macam sarapan (masing-masing 350 kkal) terhadap rasa lapar, makanan yang dikonsumsi, dan berat badan selama periode 12 minggu. Sarapan pertama mengandung 13 g protein, yang kedua 35 g protein (protein tinggi). Para siswa tadi kemudian dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, lalu diberi sarapan setiap pagi (masing-masing dengan sarapan “protein standar” dan sarapan “protein tinggi”). Dibuat juga kelompok ketiga yang berisi siswa yang diminta untuk tetap melewatkan sarapan seperti biasanya. Lalu, apa yang terjadi? Siswa di kelompok “protein tinggi” memiliki level gula darah yang lebih stabil sepanjang hari. Mereka juga merasa lebih kenyang seharian. Bahkan mereka akhirnya mengkonsumsi makanan lebih sedikit dalam sehari (sekitar 400-an kalori lebih rendah dari biasanya). Ini menyebabkan lemak tubuh mereka menurun. Bagaimana dengan kelompok yang proteinnya lebih rendah? Kelompok tersebut (termasuk juga yang melewatkan sarapan setiap hari) malah sebaliknya. Mereka mengalami peningkatan lemak tubuh selama 12 minggu! Nah, jika kemarin-kemarin Anda memilih untuk tidak sarapan dengan harapan turun berat badan, Anda bisa bayangkan apa yang sebenarnya terjadi pada berat dan kadar lemak Anda. Begitu juga ketika Anda pikir “Ah… yang penting sarapan (jenis sarapannya gak penting)”. Saat Anda pahami hasil studi di atas, bisa jadi pikiran Anda langsung mendapat jawaban kenapa selama ini Anda (atau orang di yang Anda kenal) bertambah gemuk dan sulit untuk turun berat badan. Sekarang, yang terpenting, sarapan seperti apa yang bisa Anda pilih agar bisa menurunkan kadar lemak dalam tubuh? Sesuai dengan hasil studi di atas, pilihlah sarapan dengan protein tinggi namun dengan lemak dan kalori yang tidak tinggi, misalnya telur atau putih telur. Beberapa makanan lainnya seperti keju, ikan salmon, dengan roti/crackers “whole grain” juga bisa menjadi pilihan. Sama dengan sebagian dari Anda dan orang Indonesia pada umumnya, saya juga ingin sarapan yang “nendang” dan bisa membuat Anda tahan lapar sampai siang. Karenanya saya setiap pagi selalu memilih protein shake sebagai bagian dari awal hari yang cerah. Ini juga salah satu rahasia terpenting saya bisa turun 25 kg. Protein shake bisa menjadi pilihan yang baik bagi Anda karena mengandung protein tinggi dan rendah kalori. Setelah Anda konsumsi protein shake yang Anda tambahkan protein powder, maka perut Anda merasa kenyang sampai waktu makan berikutnya. Dan yang terpenting, Anda bisa mencapai berat ideal dengan lemak tubuh yang ideal juga. -D.R. Tirtasujana- Disarikan dari artikel “High Protein Breakfast Helps With Fat Loss” oleh Susan Bowerman, MS, RD, CSSD, FAND https://discovergoodnutrition.com/2015/09/high-protein-breakfast Nutrition