Skip to content
Tirtasujana
Tirtasujana
  • Writing
  • Training
  • Langsing
Tirtasujana

Bagaimana Cara Makan 6 Kali Sehari dan Tetap Langsing

D.R. Tirtasujana, September 6, 2016April 16, 2026

Makan itu kebutuhan.  Semua orang makan.  Anda juga setiap hari makan, iya kan?  Itu sebabnya Anda mau keluar biaya agar bisa makan.

Makan memang kebutuhan.  Tapi Anda juga paham bahwa makan bisa jadi problem memusingkan.  Salah satu problem terbesarnya berhubungan dengan berat badan.  Coba Anda perhatikan.  Di sekeliling Anda (pada orang dekat atau bahkan mungkin pada Anda sendiri) terdapat tanda-tanda kegemukan.  Lalu, banyak orang berharap bisa mengatur berat badan dengan mengatur frekuensi makan.

Sebagian orang berpendapat frekuensi makan yang tepat hanyalah 3 kali sehari, samasekali tanpa cemilan.  Sementara itu, sebagian lagi lebih memilih frekuensi makan 5 atau 6 kali sehari karena berpendapat bahwa dengan sering makan, rasa lapar dapat ditahan.  Jadi, mereka tetap mengkonsumsi cemilan di antara waktu makan.

Lalu, mana  pendapat yang lebih meyakinkan?  Seandainya Anda diminta memilih yang sehat, menurut Anda lebih nikmat menjadi orang yang jarang atau yang sering makan?

Sebentar… Sebenarnya pertanyaannya mesti Anda ubah karena Anda ingin menghubungkan makanan dengan benefit bagi kesehatan.  Sebabnya, ini bergantung pada energi dalam makanan yang masuk ke pencernaan.  Kalau Anda mau mengejar turun berat, yang penting kalorinya, kan?  Berat tidak akan naik meskipun makan 6 kali selama kalorinya tidak berlebihan.

“Lho… pernyataan ini kok kayaknya bertentangan?  Kalau makan 6 kali sehari (termasuk ngemil), bagaimana mungkin kalorinya gak berlebihan?  Sementara kalori yang gede justru biasanya kan ada di cemilan…!”

Ya iya lah, kalau Anda berpikir bahwa cemilan adalah makanan yang berminyak, manis-manis atau asin misalnya kerupuk, keripik, kue-kue, biskuit, permen, dll, jika dimakan sering dalam sehari, pasti kalorinya ampun-ampunan.  Cemilan seperti inilah yang dibayangkan oleh orang yang bertahan pada konsep sehari 3 kali makan.  Mereka takut pada cemilan karena saat sarapan, makan siang, dan makan malam saja untuk menjaga kalori sudah begitu kesulitan.

Padahal, kalau Anda perhatikan, banyak juga lho cemilan yang mendukung kesehatan.  Ada juga yang bisa buat sarapan atau untuk kapanpun Anda mau makan (coba deh, cari sekali-kali kalau sedang jalan-jalan atau seperti yang ada di http://bit.ly/1I1cGur untuk jaga berat badan).  Malahan, semakin sering makan, semakin sering pula ketemu nutrisi yang tubuh Anda butuhkan.  Selain itu, jika Anda ingin makan banyak buah dan sayur, sulit juga kalo hanya 3 kali makan.  Lebih mudah kalau buahnya dijadikan cemilan untuk memenuhi target nutrisi harian.

Ada satu lagi pemikiran.  Orang yang ketat pada makan 3 kali sehari cenderung berpikir “karena dalam sehari gak sering makan, sekali makan ngambil banyak juga gapapa, biar sampai jam makan berikutnya lapar masih bisa ditahan”.  Padahal seringnya, ujung-ujungnya juga mudah tergoda oleh cemilan.  Akhirnya tetap saja kalori yang dikonsumsi sulit dikendalikan.

Sebaliknya, besarnya porsi pada orang yang sering makan malah lebih mudah dikendalikan.  Ini karena Anda jadi berpikir bahwa porsi tidak perlu banyak-banyak dalam sekali makan.  Toh beberapa jam lagi juga sudah waktu makan.

Intinya, untuk menjaga berat badan dan tetap langsing, bukan frekuensi makan yang penting, tetapi kalori dan nutrisi yang ke dalam tubuh Anda masukkan.  Dengan makan sering, termasuk cemilan yang tepat (misalnya: buah, sayur, “whole grain”, low fat-high protein snack, protein shake, dll), bahkan nutrisi sepanjang hari bisa Anda penuhi dan kalori pun bisa Anda kendalikan.

Nah, sekarang tinggal Anda tentukan pilihan.  Kapan lagi mau tetap langsing dengan 6 kali makan?  Ayo langsung buktikan.

NB: Artikel in boleh diinfo atau dishare ke siapapun yang menurut Anda membutuhkan.

Disarikan dari artikel “3 meals or 6: does it matter?” oleh Susan Bowerman, MS, RD, CSSD, FAND https://discovergoodnutrition.com/2012/06/are-snacks-bad-for-you

Nutrition

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Cari tulisan di sini…

…atau di sini

Di sini juga bisa…

Ini boleh dibaca nanti..

  • Bagaimana Cara Membaca Label Makanan yang Tepat
  • Ini Cerita Pendek
  • Terbukti! Kombinasi Tepat Protein, Lemak, dan Karbo Ini Bisa Bikin Tubuh Ideal Tanpa Diet Ketat
  • Inilah Mengapa ESG Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan!
  • Mini Album: Midnight Sun

Days are Flowing

September 2016
M T W T F S S
« Aug   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

September 2016
M T W T F S S
« Aug   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Tags

acceptable level allergen audit bahaya belajar diet nutrisi benda asing CCP correction corrective action diet diet nutrisi dokumentasi DR food safety FSQ FSQ basic HACCP ISO 9001 ISO 22000 kalori karbohidrat keamanan informasi keamanan pangan kepuasan pelanggan klausul komitmen kontaminasi maintenance management system mutu nutrisi pasal pest control premysis premysis consulting protein quality quote sistem manajemen tinjauan manajemen tips tirtasujana training center validasi verifikasi
©2026 Tirtasujana | WordPress Theme by SuperbThemes