Skip to content
Tirtasujana
Tirtasujana
  • Writing
  • Training
  • Langsing
Tirtasujana

Rahasia Diet Yang Dicari Di Balik Minuman Berkalori

D.R. Tirtasujana, September 11, 2016April 16, 2026

Lelaki itu mengeluh dengan wajah murung, “Gimana sih?  Saya bingung!  Kalori dalam makanan udah selalu dihitung.  Olahraga juga gak tanggung-tanggung.  Kenapa bodi masih tetep kayak karung?”

Saat Anda amati cerita di atas, bisa jadi Anda mengira kejadian itu tak pernah ada.  Tetapi, tahukah Anda bahwa masih banyak orang yang belum memahami satu hal sederhana namun penting yang membuat cerita di atas menjadi nyata?  Paham jugakah Anda apa yang belum disadari lelaki pada cerita di atas?

Kalau belum, Anda boleh baca lanjutan ceritanya berikut ini.

“Sebentar…”, kata kawan yang ada di sebelahnya.  “Kalori yang kamu minum sudah dihitung belum?”

Nah!  Itu dia.  Betul, dia sudah menghitung kalori yang dia konsumsi dari makanan.  Dan itu adalah kebiasaan baik yang boleh Anda contoh untuk mendukung program turun atau menjaga berat badan.  Tapi, dia lupa (dan banyak orang lupa, dan bisa jadi Anda mulai berpikir sebagai salah satu orang yang juga lupa) untuk menghitung kalori dalam minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

“Eh… Emangnya seberapa ngaruh sih kalori dalam minuman?”, lelaki itu bertanya sambil mulai membayangkan minumuan apa saja yang sering dia konsumsi sehari-hari.

Seperti lelaki tadi, Anda mungkin juga sedang mengingat-ingat minuman apa yang hari ini sudah Anda teguk dan minuman favorit apa yang biasa membasahi tenggorokan Anda sehari-hari.

Kalau Anda cermati, pagi-pagi, banyak orang di negeri kita yang senang ngopi (pakai beberapa sendok gula).  Atau ngeteh (manis juga).  Sebagai teman makan siang, banyak restoran cepat saji yang ramai pengunjung mempaketkan menu dengan minuman bersoda, bahkan kadang ada yang promo gratis upsize.  Coba hitung juga kalorinya.  Belum lagi minuman dalam botol (jus buah, teh, dll) yang menjadi obat “adem” saat cuaca terik.

Jangan lupa, kopi manis kadang diminum bukan hanya di pagi hari saja.  Kafe-kafe sering penuh untuk tempat meeting atau untuk sekedar tempat nongkrong dengan kawan lama, sebagai bagian dari gaya hidup di kota besar.  Tebak, apa yang paling banyak disuguhkan di sana?  Berapa kalori segelasnya?  Anda pasti sudah bisa bayangkan sendiri.  Sebagian orang juga biasa ngopi di sore hari dengan harapan bisa meringakan kembali kelopak matanya yang menjadi berat, atau di malam hari sebagai teman begadang saat belajar, menyelesaikan tugas kantor, mengejar project yang hampir deadline, nonton bola, dan lain-lain.

Melihat contoh-contoh umum di atas, ketika Anda hitung, ada kemungkinan dalam satu hari seseorang bisa mengkonsumsi hampir 1000 kkal (ada juga yang lebih) hanya dari minuman.  Banyak juga ya?

Lalu, kenapa orang banyak yang lupa untuk mengendalikan kalori dari minuman?

Salah satu alasannya adalah karena, seringnya, minuman berkalori terkesan ringan (bahkan minuman soda berkalori tinggi pun ditanamkan ke dalam benak Anda dengan judul “minuman ringan”) dan tidak bikin kenyang.  Alhasil, tidak akan membuat Anda terpikir untuk mengurangi jatah makan meskipun minumnya lebih dari satu gelas.  Berbeda dengan minuman yang agak kental seperti susu, protein shake, dll yang mengandung lebih banyak zat gizi (protein, serat, dll) dibanding gula serta lebih mengenyangkan sehingga membuat porsi makan Anda tidak terlalu banyak.

Masalah besar lain dari minuman sejenis ini adalah kadar gulanya, karena kebanyakan kalorinya datang dari gula.  Manis memang enak, tapi kalorinya juga banyak.  Dan ini yang menjadi jawaban dari cerita di atas, kenapa lelaki tersebut sulit untuk turun berat.

Buat Anda yang masih mengalami problem seperti cerita itu, Anda boleh coba untuk mulai dari sekarang mengamati dan mencatat minuman berkalori yang Anda konsumsi sehari-hari.  Lalu hindari, atau kurangi, atau ganti dengan yang tanpa/rendah kalori.  Saya sendiri sudah bertahun-tahun menghindari minuman bersoda.

Berikutnya, setelah Anda tahu apa yang harus dihindari, alternatif apa yang bisa diambil sebagai pengganti?

Tanpa saya sebutkan, Anda tentu tahu bahwa yang terbaik adalah air putih.  Lemon tea tanpa gula juga bisa menjadi alternatif.  Meeting di café sambil meneguk iced coffee (tanpa gula tentunya) juga bukan ide yang buruk.  Kalau Anda tidak doyan air putih, coba campur dengan sedikit potongan buah atau jus.  Sedikit saja, biar ada rasa.

Terakhir, sebelum saya tutup, berikut ini saya sajikan daftar beberapa kalori dalam minuman:

Air putih – 0 kkal

Teh (tanpa gula) – 0 kkal

Kopi (tanpa gula) – 0 kkal

Kok cuma segitu?  Bagaimana dengan kalori dalam jus buah? Susu? Teh atau kopi dalam kemasan botol?  Dan lain-lain?

Gampang.  Begitu Anda hari ini atau besok-besok sedang berada di minimarket atau supermarket, Anda akan ingat tulisan ini dan lihat di kemasan setiap minuman.  Saat itu juga Anda akan langsung paham berapa kalori yang terkandung di dalamnya, dan langsung paham apa yang seharusnya dan tidak seharusnya Anda konsumsi untuk mendukung program turun berat atau menjaga berat badan Anda agar ideal.

Disarikan dari artikel “Weight loss secret: avoid empty liquid calories” oleh Susan Bowerman, MS, RD, CSSD, FAND https://discovergoodnutrition.com/2013/12/avoid-empty-liquid-calories/

Nutrition

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

You must be logged in to post a comment.

Cari tulisan di sini…

…atau di sini

Di sini juga bisa…

Ini boleh dibaca nanti..

  • Bagaimana Cara Membaca Label Makanan yang Tepat
  • Ini Cerita Pendek
  • Terbukti! Kombinasi Tepat Protein, Lemak, dan Karbo Ini Bisa Bikin Tubuh Ideal Tanpa Diet Ketat
  • Inilah Mengapa ESG Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan!
  • Mini Album: Midnight Sun

Days are Flowing

September 2016
M T W T F S S
« Aug   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

September 2016
M T W T F S S
« Aug   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Tags

acceptable level allergen audit bahaya belajar diet nutrisi benda asing CCP correction corrective action diet diet nutrisi dokumentasi DR food safety FSQ FSQ basic HACCP ISO 9001 ISO 22000 kalori karbohidrat keamanan informasi keamanan pangan kepuasan pelanggan klausul komitmen kontaminasi maintenance management system mutu nutrisi pasal pest control premysis premysis consulting protein quality quote sistem manajemen tinjauan manajemen tips tirtasujana training center validasi verifikasi
©2026 Tirtasujana | WordPress Theme by SuperbThemes